Bahan makanan pada umumnya sensitif dan mudah mengalami penurunan kualitas karena faktor lingkungan, sehingga perlu dilakukan pengemasan. Bahan pengemas dari plastik banyak digunakan karena ekonomis dan memberikan perlindungan yang baik. Plastik kemasan makanan umumnya berbahan dasar polimer sintetik polipropilen (PP). Oleh karena itu, dibutuhkan produk kemasan yang dapat diuraikan (degradable) untuk menggantikan polipropilen. Salah satu solusinya adalah penggunaan edible film dari tepung biji nangka dan agar-agar denagn karakterisasi memggunkan standar ASTM D 638-03. Hasil dariĀ karakterisasi edible film tepung biji nangka dan agar-agar memiliki nilai kuat tarik terbaik, yaitu 3,502 Mpa dengan variasi agar-agar dengan penambahan 2 gram tepung biji nangka, 1,5 gram pati tapioka, 1 gram agar-agar, 1 ml gliserol. Nilai persen elongasi terbaik yaitu sebesar 1,904%. Dan memiliki nilai tahan simpan relatif stabil. Hasilnya memiliki gugus FT-IR yang menunjukkan bahwa plasticizer dan pati tapioka tidak banyak mengubah gugus fungsi dari ediblefilm tepung biji nangka dan agar-agar.
Copyrights © 2013