Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, dan fenol dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar. Dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat dimanfaatkan untuk terapi darah tinggi dan penyakit kronis tertentu. Tujuan pengujian daya hambat ekstrak daun kelor dan bunga rosella terhadap bakteri E.coli dan S.aureus dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dengan 5 perlakuan konsentrasi yang berbeda (20, 40, 60, 80 dan 100%) dengan menggunakan pelarut n-heksana dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut n-heksana tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli maupun S.aureus, sedangkan ekstrak daun kelor dan bunga rosella dengan pelarut etanol mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Analisis senyawa flavonoid pada ekstrak daun kelor dan bunga rosella dilakukan dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC), membuktikan bahwa senyawa flavonoid quercetin pada ekstrak daun kelor muncul pada menit ke-1,070 dan untuk ekstrak bunga rosella muncul pada menit ke-1,603.
Copyrights © 2016