Journal of Indonesian History
Vol 1 No 1 (2012): Journal of Indonesian History

SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT BADUY PASCA TERBENTUKNYA PROPINSI BANTEN TAHUN 2000




Article Info

Publish Date
01 Jun 2013

Abstract

Bedouins are the Sundanese ethnic groups residing in the village of Kanekes, District Leuwidamar, Lebak, Banten Province. The society still lives in rraditional way life. They emphasize community interest rather than self-interest to support the future viability of the next generation. The entry of outsiders to the community makes the cultural shift in Bedouin society. This article examines the history of economic and social conditions of the Bedouins after the formation of Banten province. The results of this study indicates that the Bedouins are the direct descendants of the first man created by God on earth named Adam  Tunggal. The community’s system of belief is called Sunda Wiwitan. Bedouin communities live together and help each other with each other in every activity. The Bedouins live from farming (ngahuma). To meet life needs they also trade outside the Bedouin. Bedouins lifestyle changes caused by several factors, some from within and and some from outside.  The internal factors include the increase of population and the presence of conflict and rebellion. External factors include the natural environment and the influence of outsiders. Keywords: bedouin community, socioeconomic conditions, changes   Masyarakat Baduy merupakan kelompok etnis Sunda yang bermukim di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Masyarakat Baduy hidupnya masih tradisional dan lebih memperhatikan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi untuk menunjang kelangsungan hidup masa depan generasi berikutnya. Masuknya masyarakat luar membuat pergeseran kebudayaan pada masyarakat Baduy. Artikel ini mengkaji sejarah  dan kondisi social ekonomi masyarakat Baduy paska terbentuknya propinsi Banten.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Baduy merupakan keturunan langsung dari manusia pertama yang diciptakan Tuhan di muka bumi yang bernama Adam Tunggal dengan kepercayaan yang diyakini yaitu Sunda Wiwitan. Masyarakat Baduy hidup berdampingan dan saling membantu antara satu dengan yang lain dalam setiap aktivitasnya. Sistem mata pencaharian utama masyarakat Baduy yaitu berladang (ngahuma) tetapi untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka juga melakukan perdagangan di luar wilayah Baduy. Perubahan pola hidup masyarakat Baduy disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam dan luar. Faktor dari dalam meliputi adanya pertambahan jumlah penduduk dan adanya pertentangan dan pemberontakan. Faktor dari luar meliputi lingkungan alam dan pengaruh masyarakat luar. Kata kunci: komunitas baduy, kondisi sosial ekonomi, perubahan  

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

jih

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Journal of Indonesia History merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian atau artikel konseptual tentang pendekatan kajian sejarah dan sejarah Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNNES dan dikelola oleh Tim Jurnal Jurusan Sejarah FIS-UNNES. Jurnal ...