Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) banyak berjalan di Indonesia meski sumbangsih terhadap perekonomian tidak sebesar dibandingkan pengusaha besar. Upaya pengembangan UMKM alas kaki di Kabupaten Bogor menghadapi permasalahan terkait faktor internal seperti modal, sumberdaya manusia, lemahnya jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasar. Permasalahan dari faktor-faktor eksternal seperti iklim usaha yang belum kondusif, terbatasnya sarana dan prasarana dan perdagangan bebas serta pandemi Covid 19. Hal ini didukung kenyataan dilapangan bahwa UMKM sulit untuk memperoleh permodalan selain modal yang diberikan oleh konsumen/grosir. Kegiatan Wira Desa mahasiswa Universitas Pakuan membantu mengembangkan daya saing kerajinan alas kaki di Desa Sukamakmur melalui keterlibatan langsung dalam pendampingan penguatan kapasitas BUM Desa sebagai lembaga ekonomi pedesaan. Metode yang dilakukan berupa pendampingan pembentukan unit usaha baru yaitu unit pemasaran digital dan unit usaha simpan pinjam, pengurusan legalitas usaha dan pelatihan manajerial bagi pengurus BUM Desa, semuanya dilakukan untuk membantu para pengrajin dan UMKM alas kaki di Desa Sukamakmur Kecamatan Ciomas. Dengan adanya penguatan kapasitas BUM Desa di harapkan BUM Desa dapat menjadi wadah bagi peningkatan daya saing para pengrajin dan UMKM alas kaki di Desa Sukamakmur Kecamatan Ciomas.
Copyrights © 2022