Pendahuluan: Penjamah makanan mempunyai peluang terhadap terjadinya kontaminasi makanan karena terlibat langsung dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan, penyimpanan, pengangkutan dan penyajian. Penjamah makanan yang carrier (pembawa kuman patogen) dapat menularkan kepada tenaga medis, masyarakat umum atau pasien di rumah sakit.. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran keberadaan bakteri pada penjamah makanan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode rectal swab yaitu usap dubur pada penjamah makanan di Rumah Sakit X. Populasi penelitian (18 orang) penjamah makanan dan sampel dalam penelitian ini (12 orang) penjamah makanan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan persentase rectal swab penjamah dengan pemeriksaan bakteri pathogen yaitu Enterobacter Aerogenes 7 orang (58.33%), Salmonella Sp 2 orang (16.67%), Enterobacter Aerogenes dan Salmonella 2 orang (16.67%) dan bekteri E-Coli 1 orang (8.33%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa sejumlah 12 penjamah makanan di Rumah Sakit X, dinyatakan Carrier.
Copyrights © 2021