S-BAR merupakan alat komunikasi yang direkomendasikan oleh World Health Organization untuk mengkomunikasikan informasi penting yang membutuhkan perhatian dan tindakan segera. Komunikasi S-BAR tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan, tetapi juga meningkatkan kualitas handover dan menekan angka medical error. Salah satu faktor yang mempengaruhi komunikasi efektif adalah motivasi. Motivasi merupakan keinginan pada diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan, pelaksanaan komunikasi S-BAR dalam handover pada perawat membutuhkan komunikasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dengan pelaksanaan komunikasi S-BAR dalam handover perawat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian cross sectional. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Subjek penelitian ini adalah perawat yang bekerja di unit rawat inap, sudah menyelesaikan orientasi dan bersedia menjadi responden sebanyak 114 responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran motivasi perawat sangat baik (66,7%) dan pelaksanaan komunikasi SBAR baik (57%). Melalui uji statistik didapatkan ada hubungan motivasi dengan pelaksanaan komunikasi S-BAR dalam handover pada perawat (p value = 0,038). Penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi tambahan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat untuk mengidentifikasi motivasi pelaksanaan komunikasi S-BAR dalam handover sehingga nantinya diharapkan ada peningkatkan kualitas dalam pelaksanaan komunikasi efektif handover dengan menggunakan metode S-BAR.
Copyrights © 2020