Penelitian ini menguji pengaruh corporate governance structure, profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, dan jenis perusahaan terhadap pengungkapan manajemen risiko. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN dan Non-BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Sampel diambil dengan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 25 perusahaan BUMN dan 25 perusahaan Non-BUMN sehingga diperoleh 150 data observasi.Variabel pengungkapan manejemen risiko diukur dengan perbandingan antara luasnya pengungkapan item manajemen risiko dengan jumlah item (108 item) yang harus diungkap menurut ERM framework COSO. Corporate governance structure dalam penelitian ini diproxy ke dalam variabel kepemlilikan publik dan risk management committee. Variabel kepemilikan publik diukur dengan prosentase jumlah saham publik dengan total saham beredar. Variabel risk management committee (RMC) diukur dengan variabel dummy, jika RMC bersifat independen terpisah dari komite audit maka diberi skor 1, sedang jika RMC tergabung dengan komite auidit maka diberi skor 0. Profitabilitas diukur dengan return on capital, leverage diukur dengan debt to equity ratio, dan ukuran perusahaan diukur dengan total aset. Jenis perusahaan dibedakan dari perusahaam BUMN dengan skor 1 dan non BUMN dengan skor 0. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemilikan publik, profitabilitas, dan leverage tidak berpengaruh terhadap pengungkapan manajemen risiko perusahaan. Variabel risk management committee, ukuran perusahaan dan jenis perusahan (BUMN versus non-BUMN) berpengaruh terhadap pengungkapan manajemen risiko perusahaan.
Copyrights © 2022