Indonesian Journal of Cardiology
Vol. 32, No. 4 Oktober - Desember 2011

Biomarker pada Infark Miokard Akut: Diperlukan yang lebih Dini

Suko Adiarto (Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, jln S Parman Kav 87 Jakarta 11420)



Article Info

Publish Date
12 Jun 2013

Abstract

Paling tidak dalam 4 dekade terakhir, Infark Miokard Akut (IMA) masih menempati urutan pertama dalam daftar penyakit penyebab kematian di seluruh dunia. Secara historis, terdapat kemajuan yang sangat pesat dalam penatalaksanaan penyakit ini, baik dalam segi diagnostik, terapi medikamentosa, maupun tindakan revaskularisasi. Khususnya di bidang diagnostik, penggunaan 3 kriteria WHO yang meliputi nyeri dada tipikal, perubahan EKG dan meningkatnya biomarker (enzim) yang spesifik sangat membantu meningkatkan akurasi diagnostik IMA secara signifikan. Bandingkan, pada tahun 1940­1950 hanya sekitar 15 persen penderita yang dirawat di ICCU dengan dugaan ternyata benar­benar mengalami IMA.Kemajuan di bidang diagnostik juga diikuti oleh kemajuan yang sangat pesat dalam penata laksanaan IMA, dimana fokus utama tatalaksana IMA telah bergeser dari limitasi luasnya infark dengan cara menurunkan kebutuhan oksigen miokard menjadi terapi reperfusi, baik dengan cara farmakologi (fibrinolitik) maupun secara mekanik (Primary PCI)

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

ijc

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Indonesian Journal of Cardiology (IJC) is a peer-reviewed and open-access journal established by Indonesian Heart Association (IHA)/Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) [www.inaheart.org] on the year 1979. This journal is published to meet the needs of physicians and other ...