Insidensi penyakit jantung selama kehamilan hampir tidak berubah selama puluhan tahun dengan penyebab terseringnya adalah kehamilan pada ibu dengan penyakit jantung kongenital, diikuti oleh kehamilan pada ibu dengan penyakit jantung rematik. Angka kematian maternal menurun dari sebesar 6% pada tahun 1930-an hingga kini menjadi 0.5%-2.7%. Kehamilan akan meningkatkan resiko mortalitas maternal pada pasien dengan kelainan jantung dibandingkan dengan populasi normal. Kelainan jantung selama kehamilan juga akan meningkatkan morbiditas akibat kejadian gagal jantung, aritmia, dan stroke. Perkembangan sirkulasi uteroplasenter menginduksi perubahan besar dalam fisiologi kardiovaskular wanita hamil. Pada wanita hamil terdapat peningkatan volume intravaskular sampai 60%, penurunan tekanan darah, peningkatan denyut jantung sebesar 10%-20%, peningkatan curah jantung hingga 40%-50%, dan kejadian supine hypotensive syndrome10%-20%. Perubahan-perubahan ini dapat menyebabkan deteriorasi hemodinamik pada wanita hamil dengan kelainan jantung. Manajemen anestesi pada persalinan pasien dengan kelainan jantung bergantung pada kelainan jantung yang dideritanya. Pemberian anestesi pada sebagian besar wanita hamil dengan kelainan jantung umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Persalinan pervaginam direkomendasikan pada sebagian besar kasus, kecuali pada beberapa keadaan khusus.
Copyrights © 2011