Indonesian Journal of Cardiology
Vol. 34, No. 3 Juli - September 2013

LAA Closure: Where we stand now?

Yoga Yuniadi (Divisi Aritmia, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jalan S Parman Kav 87 Jakarta 11420)



Article Info

Publish Date
24 Mar 2014

Abstract

  Insiden fibrilasi atrium diperkirakan akan makin meningkat dimasa yang akan datang. Stroke merupakan persoalan besar pada fibrilasi atrium dengan risiko hingga 5 kali lebih besar dibandingkan pasien tanpa fibrilasi atrium. Bahkan risiko stroke tersebut tidak berbeda baik pada fibrilasi atrium yang paroksismal maupun persisten. Terlebih lagi penderita fibrilasi atrium bila mengalami stroke umumnya mempunyai gejala yang lebih berat, disabilitas yang lebih parah serta rekurensi yang lebih sering dibandingkan pasien non fibrilasi atrium.  Oleh karena itu stratifikasi risiko stroke pada pasien fibrilasi atrium menjadi sangat penting untuk pencegahan stroke yang lebih baik dan terarah. Skor CHA2DS2VaSc terbukti efektif sebagai panduan pemilihan pasien fibrilasi atrium yang mendapat terapi antikoagulan. Antikoagulan baik antagonis vitamin K (warfarin) maupun antikoagulan oral baru (direct antithrombin atau anti faktor Xa) secara signifikan dapat menurunkan kejadian stroke dengan komplikasi perdarahan yang kecil.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

ijc

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Indonesian Journal of Cardiology (IJC) is a peer-reviewed and open-access journal established by Indonesian Heart Association (IHA)/Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) [www.inaheart.org] on the year 1979. This journal is published to meet the needs of physicians and other ...