Indonesian Journal of Cardiology
Vol. 36, No. 2 April - Juni 2015

Benarkah Obat Penghambat Pompa Proton Meningkatkan Risiko Infark Miokard?

Yoga Yuniadi (JKI)



Article Info

Publish Date
16 Feb 2016

Abstract

Isu tentang pengaruh obat Penghambat Pompa Proton (P3) terhadap kejadian kardiovaskular mayor sudah cukup lama menjadi debat di kalangan kardiologi. Berbagai studi terkait masalah ini telah dilakukan tetapi memberikan hasil yang kontradiktif. Ching dkk1 meneliti hampir 3300 pasien pasca intervensi koroner perkutan yang dibagi jadi dua kelompok yaitu dengan dan tanpa P3. P3 yang dikonsumsi meliputi lansoprazole, pantoprazole, omeprazole dan esomeprazole. Pada pengamatan selama 9 bulan didapatkan insiden mortalitas, revaskularisasi dan kejadian kardiovaskular mayor yang lebih tinggi pada kelompok P3 dengan rasio hazard 1.7. Sebaliknya metanalisis dari 23 studi oleh Kwok dkk memperlihatkan tidak terdapat perbedaan kejadian kardiovaskular mayor pada pasien yang mengkonsumsi klopidogrel dan P3.2Sebuah studi yang dimuat di jurnal terbuka Plos One pertengahan tahun ini cukup mengejutkan kalangan kardiologi. Shah dkk3 melakukan studi observasional dari sekitar 16 juta data rekam medis dan menyimpulkan bahwa obat P3 berhubungan dengan peningkatan risiko infark miokard pada populasi umum. Enam belas persen penderita penyakit refluks gastroesofageal (GERD) yang diberi P3 menunjukkan peningkatan risiko infark miokard (95%IK 1.09 hingga 1.24) dan peningkatan risiko mortalitas kardiovaskular (HR 2.0, 95%IK 1.07 hingga 3.78, p = 0.031).Jadi ada dua isu besar terkait P3, yaitu diduga meningkatkan kejadian kardiovaskular mayor pada pasien penyakit jantung koroner (PJK) dan peningkatan kejadian infark miokard pada populasi umum. Bagaimanakah sikap yang harus diambil oleh para klinisi terkait hal di atas? Tulisan ini merupakan suatu stimulus agar para klinisi melihat lebih seksama pengaruh interaksi P3 pada pasien maupun populasi umum.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

ijc

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Indonesian Journal of Cardiology (IJC) is a peer-reviewed and open-access journal established by Indonesian Heart Association (IHA)/Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) [www.inaheart.org] on the year 1979. This journal is published to meet the needs of physicians and other ...