Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Vol. 5 No. 1 (2020): Afiasi

Analisis Faktor Dan Kebiasaan Melakukan Pengobatan Tradisional Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja Tenun Di Desa Kembang Kerang Daya, Kabupaten Lombok Timur

Muhamad Majdi (Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Mataram)



Article Info

Publish Date
13 Apr 2020

Abstract

Berdasarkan World Health Organization (WHO) bahwa risiko pekerjaan penyebab kesakitan dan kematian berada ditingkat kesepuluh, faktor risiko secara global untuk jumlah kesakitan dan kematian yaitu 37% back pain, 16% hearing loss, 13% chronic obstructive lung disease, 11% asma, 10% cedera, 9% kanker paru, dan 2% leukimia. Pada profil kesehatan di Indonesia tahun 2008, jumlah penderita muskuloskeletal di Rumah Sakit di Indonesia sebesar 175.132 kunjungan (29,8%). Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan, diperoleh masalah terkait keluhan muskuloskeletal pada pekerja tenun di Desa Kembang Kerang Daya meliputi: tangan, bahu, pinggang, dan pantat terasa nyeri dan pegal karena melakukan pergerakan tubuh dalam waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab keluhan muskuloskeletal pada pekerja tenun dengan menyajikan data yang telah diukur dengan metode Ovako Working Analysis System dan kuesioner Nordic Body Map yang juga disajikan dalam bentuk tabel dan distribusi frekuensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada pekerja tenun di Desa Kembang Kerang Daya, Kabupaten Lombok Timur dengan sampel penelitian berjumlah 68 orang. Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisis secara deskriptif dan statistik meliputi analisis univariate, bivariate, dan multivariate. Hasil uji statistik dengan chi square bahwa faktor sikap kerja (p= 0,000 dan OR= 23,754), umur (p= 0,019 dan OR= 5,517), dan kebiasaan melakukan pengobatan tradisional (p= 0,001 dan OR= 10,855) memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal dengan nilai signifikan (α< 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat 2 variabel independen yang memiliki hubungan signifikan dengan keluhan muskuloskeletal, yaitu sikap kerja (p= 0,002), dan kebiasaan melakukan pengobatan tradisional (p= 0,049). Sedangkan variabel umur tidak memiliki hubungan dengan keluhan muskuloskeletal (p= 0,102). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi keluhan muskuloskeletal adalah sikap kerja dengan nilai odds ratio (OR) sebesar 23,754.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

afiasi

Publisher

Subject

Immunology & microbiology Nursing Public Health

Description

Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan. ...