Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempat dan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mengakibatkanmasih adanya penumpukan sampah di tempat pembuangan sampah sementara yang disediakan di luar aturan jadwal pembuangan sampah. Penyelenggaraan kebijakan ini diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Jadwal Pembuangan Sampah. Berdasarkan teori Ripley(dalam Purwanto 2010:51-52) mengenai indikator dalam mengukur keberhasilan implementasi kebijakan, penelitimengevaluasi pelaksanaan peraturan tentang jadwal pembuangan sampah dengan menganalisistingkat kepatuhan target grup pada ketentuan yang berlaku, kelancaran pelaksanaan rutinitas kegiatan serta terwujudnya kinerja dan dampak yang dikehendaki dalam kebijakan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwamayoritas masyarakat di Kelurahan Siantan Hilir lebih memilih untuk membakar sampah rumah tangganya daripada membuangnya di tempat pembuangan sampah sementara. Armada pengangkutan sampah yang berupa mobil dump truk atau sejenisnya tidak rutin membuang sampah dari tempat pembuangan sementara menuju tempat pembuangan akhir serta masih tingginya tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat di Kelurahan Siantan Hilir selama diberlakukannya kebijakan ini. Saran yang dapat peneliti berikan khususnya kepada Dinas Kebersihan Kota Pontianak untuk menambah jumlah tempat pembuangan sampah sementara dengan lokasi penempatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat Kelurahan Siantan Hilir. Perlu penambahan armadapengangkut sampah dan hendaknya perlu memperbanyak sumber daya petugas dalam mengawasi pelaksanaan peraturan ini dilapangan agar masyarakat di kelurahan tersebutdapat tertib membuang sampah pada tempatnya dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kata kunci: Evaluasi Implementasi, jadwal pembuangan sampah, tingkat kepatuhan, kelancaran pelaksanaan, terwujudnya kinerja dan dampak
Copyrights © 2015