Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Kebijakan satu desa satu Produk di Siantan Hulu. Adapun permasalahan penelitian ini adalah adanya hambatan dalam produk lidah buaya, hambatan – hambatan yang dirasakan industri kecil dalam memasarkan Produk. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deksriptif untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya berdasarkan data dan fakta di lapangan. Untuk menganalisis permasalahan tersebut peneliti menggunakan teori Edward III yang meliputi 4 variabel yaitu komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan struktur Birokrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan usaha industri kecil lidah buaya di siantan Hulu adalah sulitnya Pemasaran hasil produk lidah buaya, dan Prosedur untuk Pemasaran daerah dipersulit.selain itu komunikasi yang berjalan belum optimal, kurangnya sumberdaya manusia (staff/ pegawai) dalam melaksanakan program tentang produk unggulan, kurangnya tingkat kesadaran pelaku usaha tentang lidah buaya. Saran peneliti adalah kerjasama antara pihak pemerintah dan swasta untuk pengembangan, promosi produk melalui penyelenggaraan pameran dengan mengundang para pelaku bisnis, pemerintah menjadi mediator pertemuan pelaku usaha dan investor, perbaikan sistem birokrasi, usaha industri kecil dan Aloe Vera Center (AVC) melakukan inovasi hasil olahan lidah buaya dan promosi dalam bentuk iklan.Kata-Kata Kunci : Satu Desa Satu Produk,Lidah Buaya
Copyrights © 2018