Pengetahuanlokalmerupakannorma, aturan yang berlakudalamsuatumasyarakat di wilayahtertentu yang diyakinikebenarannyasecaraturuntemurundanmenjadiacuandalambertindakdanberperilaku. Perdesaan Malang, diwilayahperbukitan (Tumpang, Ngadas, Poncokusuma, Pujon) Kab Malang, sebagianmasyarakatnyabermatapencaharian di sektorpertaniansebagaipetani. Dalammengelolalingkungansebagaisumbermatapenhariannyaparamasyarakatpetaniberpedomansesuaiaturan yang berlakusecaraturuntemurun, pedomanpengelolaanlahandengantekniktersebutmerupakanpengetahuanlokal yang perludikajimelaluistudietnoekologi. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikegiatanpengelolaanlahanpertanian, keanekaragamanjenistanamanpanganberbasiskacang-kacangan, bentukpemanfaatan yang dilakukanolehmasayarakatdi pedesaandaerahperbukitanMalang. Padapenelitianini data didapatkandariwawancarabebasdan semi terstukturterhadapnarasumber, inventarisasikeaneragamantanamanjeniskacang-kacangandan parameter lingkunganpadalahanperkebunan.Hasilwawancaradianalisissecaradeskriptifdanpenghitungannilaikegunaan (UVs), hasilinventarisasidianalisisdenganpenghitungannilai INP ( indeksNilaiPenting). Hasilpenelitianmenunjukkanbahwamasyarakatpetani di wilayahinimenerapkan system penanamantumpangsari, penanamanmenyesuaikandenganmusim, hasilperhitungan INP menunjukkanPhaseolius vulgaris memilikinilai INP tertinggidiantarajenis-jeniskacang-kacangan yang dibudidayakan.Demikianjuganilai UVs tertinggiterdapatpadatanamanPhaseolus vulgaris.Ada yang sangatpentingdarihasilstudiiniadalahbahwapetanimasihmempertahankanmenanambeberapa species kacangkoro( diantaranyaDiclochus lab lab,Phaseoluslunatus, Canavaliaensiformis).
Copyrights © 2018