Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, menganalisis, dan menggali model kolaborasi kiai, kader jiwa, dan perawat jiwa sebagai media kekuatan pencapaian realisasi diri orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Paradigma konstruktivistik dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif digunakan pada studi ini. Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus instrumental tunggal. Subjek penelitiannya adalah kiai dan perawat jiwa, sedangkan objek penelitiannya ialah model kolaborasi komunikasi terapeutik kiai dan perawat jiwa sebagai media kekuatan pencapaian realisasi diri ODGJ. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan bahan audio visual. Teknik analisis data, diantaranya menciptakan dan mengorganisasikan file untuk data; membaca seluruh teks, membuat catatan pinggir, membentuk kode awal; mendiskripsikan kasus dan konteksnya; menggunakan agregasi kategorikal untuk membentuk tema dan pola; menggunakan penafsiran langsung; dan menyajikan gambaran mendalam tentang kasus dengan menggunakan narasi, tabel, dan gambar. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode, teori, dan member check. Lokasi penelitian di Panti Jiwa Bani Amrini, Bangkalan, Madura. Teori yang dipakai adalah teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead: interaksi yang terjadi antara kiai, kader jiwa, dan perawat jiwa dengan ODGJ merupakah pertukaran simbol dan pesan yang bermakna guna realisasi diri ODGJ. Hasil penelitiannya adalah model kolaborasi antara kiai, kader jiwa dengan terapi psikoreligius, terapi air, terapi pra karya, terapi komunikasi harian, terapi pra karya dengan terapi suntik dan terapi obat, dengan dua cara yang berbeda untuk memberikan kekuatan realisasi diri ODGJ.
Copyrights © 2022