Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
Vol 26, No 2 (2020): Volume 26 Nomor 2 Tahun 2020

IDEOLOGI SEBAGAI CARA BERPIKIR DALAM MEMUNCULKAN KRISIS MORAL MELALUI KONTESTASI KEPRIBADIAN DUA TOKOH SENTRAL DALAM FILM DORIAN GRAY (2009)

Ni Made Widisanti Swetasurya (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2020

Abstract

Abstrak : Film merupakan media visual yang dapat menciptakan ruang-ruang diskusi baik yang bersifat formal maupun informal. Dalam lingkup sastra, kajian film dapat dikaji secara ilmiah dengan meneliti persoalan yang diangkat dengan didukung oleh unsur instrinsik dan ekstrinsik sastra yang terkandung di dalamnya. Dalam tulisan ini, film yang dijadikan bahan  kajian adalah Film Dorian Gray (2009) dengan topik bahasan ideologi sebagai cara berpikir yang dapat memunculkan krisis moral melalui kontestasi kepribadian dua tokoh sentral. Film ini dipilih karena secara signifikan menggambarkan krisis moral sebagai wujud dari cara berpikir seseorang, sehingga tujuan dari kajian ini adalah untuk menunjukkan hal  tersebut. Berdasarkan kajian yang bersifat kualitatif yang ditunjang dengan studi literatur terkait ideologi sebagai cara berpikir dan produksi makna melalui bahasa, hasil kajian menunjukkan bahwa krisis moral dapat terjadi karena adanya pengaruh dari cara berpikir seseorang yang disampaikan melalui bahasa yang secara produktif memproduksi makna yang bersifat negatif, sehingga akhirnya memunculkan krisis moral tesebut. Kata kunci : ideologi sebagai cara berpikir, kepribadian, krisis moral, tokoh sentralAbstract: Films are visual media that can create discussion spaces, both formal and informal. In the scope of literature, film studies can be studied scientifically by examining the issues raised supported by the intrinsic and extrinsic elements of literature contained therein. The film used as study material in this paper is Dorian Gray (2009) with the topic of ideology as a way of thinking that can lead to a moral crisis through the contestation of the personalities of two central characters. This film was chosen because it significantly depicts the moral crisis as a manifestation of one's way of thinking, so the purpose of this study is to demonstrate this. Based on a qualitative study supported by literature studies related to ideology as a way of thinking and producing meaning through language, the results of the study show that  moral crisis can occur because of the influence of a person's thinking that is conveyed through language which productively produces negative meanings, so that finally gave rise to that moral crisis.Keyword: central figure, ideology as a way of thinking, moral crisis, , personality

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

wahana

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Media Bahasa, Sastra dan Budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Sosial ilmu dan Budaya Universitas Pakuan dengan E-ISSN 2622-4356. Jurnal ini memuat makalah, pemikiran kritis, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian pada bidang bahasa, sastra, budaya, komunikasi dan seni dalam bentuk artikel ilmiah dari ...