Pendidikan berbasis perpustakaan dapat menumbuhkembangkan budaya perpustakaan, seperti: membaca, menulis, menelusuri data dan menganalisis data. Selama ini pendidikan didominasi kegiatan transfer ilmu dari pendidik kepada peserta didik tanpa dilatih untuk berpikir kritis, akibatnya proses belajar mengajar berjalan tanpa dijiwai budaya membaca. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak mungkin lagi dikuasai melalui proses mendengar atau proses transisi dari guru, tetapi juga melalui proses membaca terutama di perpustakaan. Perpustakaan memberikan ruang bagi peserta didik untuk melakukan (active learning) belajar aktif, (interpretation) interprestasi, (make sense) masuk akal, (negotiation) pertukaran pikiran, (cooperative) kerjasama, dan (inquiry) menyelidiki. Siswa dapat melaksanakan konsep belajar mengetahui (learning to know), belajar melakukan (learning to do), belajar hidup dalam kebersamaan (learning to live together), belajar menjadi diri sendiri (learning to be); dan belajar seumur hidup (life long learning).
Copyrights © 2007