Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi dibanding dari negara lain. Sehingga, Indonesia memiliki potensi yang tinggi dalam pemanfaatan energi alternatif berupa energi surya. Energi surya merupakan energi yang berkelangsungan yang dapat kita manfaatkan terus menerus. Sehingga pemanfaatan energi surya cukup banyak dan salah satunya pemanfaatan untuk kelistrikan. Daya yang dihasilkan dari panel surya sangat dipengaruhi dari kondisi lingkungan dan cuaca. Sehingga untuk memaksimalkan daya keluaran pada panel surya maka digunakanlah MPPT (Maximum Power Point Tracking). Banyak sekali metode – metode yang digunakan untuk MPPT dan salah satunya adalah MPPT dengan metode Flower Pollination Alghorithm. Metode MPPT yang digunakan akan diterapkan pada Zeta Converter untuk mengatur daya yang dikeluarkan dari panel surya. Algortima dari metode MPPT yang digunakan dibangun pada C-Code pada simulasi software PSIM. Dari hasil sistem yang dibangun menggunakan kedua metode MPPT tersebut, akurasi dan waktu tracking yang dihasilkan oleh metode MPPT FPA sebesar 99,97% dan 0,186 detik. Sedangkan metode MPPT P&O memiliki akurasi dan waktu tracking sebesar 99,88% dan 0,745 detik. Dari bentuk gelombang kedua metode tersebut, MPPT dengan metode P&O terdapat osilasi daya pada titik maksimum, sedangkan MPPT dengan metode FPA tidak terjadi osilasi. Dari hasil tersebut dapat diketahui keunggulan MPPT dengan metode Flower Pollination Alghorithm memiliki respon waktu tracking yang cepat, akurasi yang tinggi, dan tidak menghasilkan osilasi daya pada titik maksimum dibandingkan MPPT dengan metode konvensional seperti P&O.Kata kunci : Energi Alternatif, Panel Surya, FPA, P&O, MPPT
Copyrights © 2022