Jurnal Tanah dan Iklim
Vol 37, No 2 (2013)

Peningkatan Kualitas Tanah dengan Pembenah Tanah Biochar Limbah Pertanian

Neneng Laela Nurida (Peneliti Badan Litbang Pertanian di Balai Penelitian Tanah, Jl. Tentara Pelajar 12a, Bogor 16114, Jawa Barat)
Ai Dariah (Peneliti Badan Litbang Pertanian di Balai Penelitian Tanah, Jl. Tentara Pelajar 12a, Bogor 16114, Jawa Barat)
Achmad Rachman (Peneliti Badan Litbang Pertanian di Balai Penelitian Tanah, Jl. Tentara Pelajar 12a, Bogor 16114, Jawa Barat)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2013

Abstract

Abstrak. Optimalisasi penggunaan lahan kering yang telah terdegradasi perlu diawali dengan upaya rehabilitasi yang menggunakan pembenah tanah, antara lain biochar limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula kombinasi pembenah tanah biochar dengan kompos yang mampu memperbaiki kualitas tanah masam dan tanah non masam dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balai Penelitian Tanah pada Tahun 2008 dengan menggunakan tanah mineral masam (pH 4,1) dari Kebun Percobaan Tamanbogo, Lampung, dan tanah mineral non masam (pH 7,2) dari Pangandaran, Jawa Barat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Dua belas perlakuan yang diuji merupakan kombinasi biochar limbah pertanian (tempurung kelapa sawit, kulit buah kakao, dan sekam padi), masing-masing dengan komposisi sebanyak 25, 50, 75, dan 100% terhadap kompos. Takaran biochar pembenah tanah yang diuji adalah 5 t ha-1, dengan tanaman indikator jagung. Parameter yang diamati adalah sifat fisik dan kimia tanah serta tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula pembenah tanah biochar dapat memperbaiki sifat fisik tanah masam dan tanah non masam, baik dengan maupun tanpa dicampur dengan kompos. Pada tanah mineral masam, pemberian biochar dengan dan tanpa kompos, meningkatkan pH tanah secara nyata dari 4,1 menjadi 4,49-4,80 (masam), sedangkan pada tanah mineral non masam pemberian biochar dengan kompos menghasilkan pH dan kadar hara lebih tinggi. Pada tanah mineral non masam, kadar N tanah berkorelasi nyata dengan kadar asam fulvat (r = 0,389;P . 0,05), kadar K-tukar tanah berkorelasi nyata dengan kadar K (r = 0,462; P . 0,01) dan P-tersedia berkorelasi nyata dengan P formula (r = 0,444; P . 0,01). Respon pertumbuhan tanaman jagung sangat nyata terhadap formula pembenah tanah biochar (. 50%) pada tanah mineral non masam. Penggunaan formula biochar dengan kompos dengan proporsi biochar 25-50% (berat kering) disarankan untuk tanah non masam, sedangkan pada tanah masam dapat diaplikasikan formula biochar dengan atau tanpa kompos.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

jti

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal TANAH dan IKLIM memuat hasil-hasil penelitian bidang tanah dan iklim dari para peneliti baik dari dalam maupun dari luar Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Jurnal ini juga dapat memuat informasi singkat yang berisi tulisan mengenai teknik dan peralatan baru ataupun hasil ...