Menelusuri jejak Syek4h Abdul Wahab Rokan, berarti kita diajak memahami kondisi Melayu Serantau (Pesisir Timur Sumatera, Malaysia dan Thailand) abad 19. Usia Abdul Wahab yang lebih satu abad yakni 115 tahun (Lahir di Rantau Binuang Sakti, Kepenuhan, Rokan Hulu, RIau 19 Rabiulakhir 1230 H/28 September 1811 M. Wafat di Babussalam, Langkat, Sumatera Utara pada hari Jumat, 21 Jamadilawal 1345 H/27 Desember 1926 M) merupakan anugerah bagi dirinya, sebab dia bisa bertemu dengan tokoh-tokoh besar di wilayah Sumbar, Riau, Malaysia dan Thailand Selatan. Banyak hal yang bisa digali dari sosok Tuan Guru Tarekat Naqsabadiyah ini. Mulai dari sisi jaringan ulama di wilayah Melayu Serantau, usaha beliau mengembangkan ajaran tasauf sampai karakteristik tasauf yang dikembangkannya. Tulisan ini terutama menekankan sisi peran pengembangan tarekat Naqsabandiyah yang telah dilaksanakan oleh tuan guru ini semasa hidupnya. Selain itu makalah ini akan menyoroti beberapa percikan pemikiran sufistik Syekh Abdul Wahab yang berkisar seputar zuhud, tarekat dan suluk dalam syair-syair, wasiat dan khutbah-khutbahnya
Copyrights © 2013