Diare akut adalah diare yang onset gejalanya tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari. Sebanyak 40-60% peresepan antibiotik di Indonesia tidak tepat indikasi, dimana pasien sebenarnya tidak mengalami infeksi akibat bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan risiko resistensi dan menyebabkan peningkatan biaya pengobatan. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik dengan diare akut di ruang rawat inap RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan Modul Penggunaan Obat Rasional untuk menilai ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak diare akut. Hasil penelitian ini menunjukan pasien yang paling banyak menderita diare akut adalah jenis kelamin laki-laki 31 orang (54,39%), penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Cefotaxim (66,66%) dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah injeksi (72,62%).Kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik dengan diare akut berdasarkan kriteria tepat indikasi (98,2%), tepat obat (98,2%), tepat dosis (93%), tepat pasien (100%), tepat waktu pemberian (98,2%) dan tepat cara pemberian (100%).
Copyrights © 2020