Pembelajaran berbasis produksi bagi siswa Teknik Pemesinan SMK Tunas Harapan Pati telah dilakukan sebagai upaya membekali keterampilan berwirausaha dan persiapan siswa memasuki dunia kerja serta mengantisipasi pemutusan hubungan kerja. Pembelajaran berbasis produksi dilakukan dengan cara penugasan produksi alat teknologi rekayasa. Pembelajaran fisika berbasis produksi dilaksanakan empat tahapan yakni tahap perencanaan disain, persiapan kerja, poses produksi, penilaian produk. Penugasan melalui beberapa tahap yakni tahap perencanaan disain, persiapan kerja, produksi, penilaian produk. Pembelajaran fisika berbasis produksi dapat meningkatkan nilai rata-rata aspek produktifitas dan akuntabilitas sebelum pembelajaran proyek adalah 80,00 setelah pembelajran proyek nilai rata-ratanya menjadi 87,00 dengan N-gain 0,36. Nilai rata-rata desain siswa adalah 90,25 termasuk dalam kriteria sangat kompeten. Nilai rata-rata produk hasil produksi siswa adalah 84,33 termasuk dalam kriteria kompeten. Pembelajaran fisika berbasis produksi mampu meningkatkan keterampilan produktifitas siswa SMK.
Copyrights © 2018