Keasaman kayu adalah faktor penting yang mempengaruhi pengkaratan besi yang digunakan pada kayu dan kualitas perekatannya. Keasaman kayu tidak hanya bervariasi dalam jenis kayu, namun juga di berbagai lokasi dalam satu pohon. Tulisan ini mempelajari nilai pH dan kapasitas penyangga asam dan basa pada berbagai lokasi dalam pohon, dari dua jenis kayu andalan Riau, yaitu tampui beras (Baccaurea macrocarpa (Miq.) Muell. Arg.) dan manggis hutan (Garcinia cornea Miq.). Pengukuran pH dilakukan dengan pH meter pada larutan hasil ekstraksi serbuk gergaji dalam air panas, sedangkan kapasitas penyangga diukur dengan cara titrasi asam dan basa kuat. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata nilai pH kayu tampui beras adalah 5,2, lebih asam dari kayu manggis hutan dengan nilai pH 6,3. Kedua jenis kayu bersifat asam dengan pH kurang dari 7. Berdasarkan ketinggian pohon bagian pangkal lebih asam dari bagian tengah dan ujungnya, sedangkan berdasarkan potongan melintang nilai pH di bagian gubal lebih tinggi daripada di bagian terasnya. Kapasitas penyangga asam lebih tinggi dari kapasitas penyangga basanya.
Copyrights © 2013