Jurnal Masyarakat dan Budaya
Vol 17, No 3 (2015)

PEREMPUAN DAN KORUPSI: SEKSISME DALAM PEMBERITAAN MEDIA ONLINE WOMEN AND CORRUPTION: SEXISM ON ONLINE NEWS MEDIA

Winda Junita Ilyas (Program Studi Kajian Gender, Program Pascasarjana, Universitas Indonesia)



Article Info

Publish Date
07 Aug 2016

Abstract

Abstrak Penelitan ini membahas seksisme dalam pemberitaan media online terhadap pelaku korupsi perempuan dan lakilaki. Penelitian ini mengangkat empat subjek penelitian, yakni dua pelaku korupsi perempuan, Malinda Dee serta Ratu Atut Chosiyah, dan dua pelaku korupsi laki-laki, Ahmad Fathanah serta Tubagus Chaeri Wardana. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana seksisme ditampilkan dalam pemberitaan di situs berita online terhadap pelaku korupsi, khususnya pada keempat subjek tersebut. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi di tiga situs berita online, yakni Detik.com., Kompas.com, dan Tribunnews.com. Hasil penelitian menemukan bahwa pelaku korupsi perempuan ditampilkan sebagai objek seksual dengan banyak menampilkan tubuh dan penampilan sebagai berita yang di luar konteks dan cenderung sensasional. Sedangkan, pelaku korupsi laki-laki diberitakan dengan perempuan-perempuan di sekitar mereka yang juga ditampilkan sebagai objek seksual dan bahkan diberi stigma bersalah atas kasus korupsi yang dilakukan oleh laki-laki. Komentar masyarakat sebagai respon atas pemberitaan kasus tersebut pada umumnya menggunakan kata-kata yang kasar dan seksis, utamanya ditujukan pada perempuan pelaku korupsi dan perempuan di sekitar pelaku korupsi laki-laki. Kata kunci: seksisme, media, korupsi, kajian gender Abstract This research discusses sexism in the online news media coverage of female and male corruption perpetrators. This research includes four research subjects; two female and two male corruption perpetrators, consecutively Malinda Dee, Ratu Atut Chosiyah, Ahmad Fathanah, and Tubagus Chaeri Wardana. This research aims to describe the ways online media framing sexism and corruption perpetrators on their news. The data were collected from three online news sites, namely Detik.com, Kompas.com, and Tribunnews.com. The results show that female corruption perpetrators were often framed as sexual objects exposing their body or appearance, which tended to be sensational and out of context. Meanwhile, the male corruption perpetrators were often reported with women on their surroundings, which were also exposed as sexual objects and even stigmatized to be guilty on the corruption committed by those men. In general, public comments in responding that news used abusive and sexist languages, which mostly addressed to the female corruption perpetrators and the women surrounding the male corruption perpetrators. Keywords: sexism, media, corruption, gender

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

Publisher

Subject

Description

Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, ...