Judul : Language and Migration in a Multilingual Metropolitan Berlin LivesPenulis : Patrick StevensonPenerbit : Palgrave Macmillan, LondonTahun Terbit : 2017Jumlah Halaman : 219 Dinamika kehidupan di kota besar sangat berpengaruh pada bahasa yang berkembang dan digunakan oleh penuturnya. ChrÃost (2007) menyatakan bahwa pengaruh itu bisa sangat kompleks dan seringkali evolusioner. Salah satu contoh dampak urbanisasi pada bahasa adalah hubungan antara kemunculan kota-kota pertama di dunia dan inovasi tulisan di sejumlah belahan dunia yang berbeda—Mesoamerika, Mesir Kuno, Sumeria, dan Cina. Kemudian, dalam konteks Eropa, evolusi tulisan, sastra, filsafat, dan berbagai aktivitas yang berpusat pada bahasa berkaitan erat dengan munculnya negara-kota di Yunani Kuno. Di dunia modern, keberadaan kota menjadi penting karena kota menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, dan sosial. Berkaitan dengan hal itu, jika dilihat dari sudut pandang ilmu Sosiolinguistik, kota merupakan tempat yang jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan tempat lain. Wardaugh (1998) mengatakan bahwa kota merupakan tempat yang lebih sulit dikarakterisasikan jika dibandingkan dengan daerah pedesaan. Variasi bahasa dan pola perubahan terlihat lebih jelas di kota, seperti struktur keluarga, mata pencaharian, serta kesempatan bagi masyarakat untuk naik kelas sosial—ataupun turun kelas sosial. Migrasi, baik itu ke dalam maupun ke luar kota, juga merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan kompleksnya dinamika bahasa di kota. Standardisasi dan difusi bahasa merupakan dinamika bahasa yang juga biasa terjadi di kota dan hal itu bisa berpengaruh di luar daerah administrasinya.
Copyrights © 2019