JURNAL PANGAN
Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN

Agenda Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan 2014-2019 (Agenda ofAgricultural Development and Food Security 2014-2019)

Tajuddin Bantacut (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2014

Abstract

Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia untuk pembentukan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional, penyerapan tenaga kerja, penyediaan pangan, penghasil devisa, dan tempat bergantung sebagian besar penduduk perdesaan. Peran ini masih sangat besar dan cenderungbertambah di masa yang akan datang, karena pertanian menjadi tumpuan untuk penyediaan pangan yang makin banyak dan beragam (food), pakan yang semakin bertambah (feed), dan energi alternatif (fuel). Pembangunan yang telah dilaksanakan sampai saat ini belum banyak mengubah keadaan pertanian Indonesia, dibandingkan dengan awal pemerintahan periode 2009-2014. Masalah klasik masih menghambat laju pembangunan pertanian seperti skala ekonomis dan teknis yang belum tercapai, alih fungsi lahan (subur) yang terus berlangsung, tataniaga yang masih sangat panjang, keragaman produk yang belum dikelola dengan baik, fluktuasi harga yang besar, infrastruktur yang terbatas, dan perubahan iklim yang semakin mengancam. Semua masalah ini berujung pada rendahnya dayasaing produk pertanian dan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pembangunan pertanian ke depan hams memperhatikan secara cermat masing-masing faktor ini dalam sebuah program terpadu pembangunan pertanian nasional berbasis nilai tambah menuju pertanian yang berdayasaing tinggi. Agriculture is one of the main sectors in Indonesian economy in the formation of the Gross Domestic Product (GDP), employment, food supply and foreign exchange. This sector serves the most of rural population livelihoods. This role is still verylarge and tends to increase in the future since agriculture has become the foundation forproviding more food (volume and variety), increasing feed for the production of more meat, egg and milk, and providing rawmaterials forthe production of alternative energy (fuel). In comparison to the beginning of the period 2009-2014, development programs implemented until now has not much changed the state of Indonesian agriculture. Classical problems hampering the development of agriculture are the economic and technical scale that has not been achieved, high rate of (fertile) land conversion, very long marketing channels, product diversity (type and quality), big price fluctuation, infrastructure limitation, and climate change. All of these problems have led to the low competitiveness of agriculture and national foodsecurity. Therefore, future agricultural development shouldcarefully consider each of these factors in an integrated program of national agricultural development based on the value added creation to pursue competitive agriculture. 

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

pangan

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Social Sciences

Description

PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan ...