Produksi beras dari tahun ke tahun masih menunjukan kenaikan. Meskipun terjadi alih lahan dari sawah ke nonsawah dan non pertanian. Denganperdagangan bebas, harga dasar tidak harus dicerminkan dengan HPP tetapi dengan mekanisme penerapan tariff dan atau quota, harga dalam negeri dapat diatur. Harga sepanjang tahun 2007 relatif stabil, ketersediaan terjamin sehingga tidak terdapat permasalahan perberasan yang berarti. Konsumsi beras per kapita Indonesia masih tinggi. Menurut FAO-OECD, konsumsi beras per kapita Indonesia tertinggi ketiga setelah Vietnam dan Bangladesh. Perkembangan harga beras dunia ini membantu pemerintah dalam mempertahankan harga, sehingga harga beras tidak terlalu rendah. Keadaan ini sebenarnya merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Konsumsi beras per kapita masih sangat tinggi, tertinggi nomor tiga di dunia, karena itu program diversifikasi pangan perlu ditingkatkan. Diversifikasi pangan tidak hanya untuk makanan pokok saja tetapi juga untuk lauk pauk dan makanan ringan. Oleh karena itu Perum Bulog perlu memperkuat Devisi Regionalnya agar dapat menjalankan fungsi privat dan publiknya secara dinamis dan smart.
Copyrights © 2008