Pengadaan gabah/beras merupakan kegiatan awal yang harus dibenahi agarmemenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Hal ini mewajibkan Perum Bulog untuk lebih mengetahui strategi pengadaan gabah/beras agar dapat mengupayakan pelayanan dalam menghasilkan beras yang berkualitas baik. Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian visi dan misi Perum Bulog, mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi pengadaan gabah/beras dalam negeri, memformulasikan alternatif strategi pengadaan gabah/beras untuk meningkatkan pelayanan terhadap kualitas gabah/beras sesuai dengan kondisilingkungan perusahaan, dan menentukan prioritas strategi terpilih yang sesuai untuk diterapkan dalam kegiatan pengadaan gabah/beras. Dalam tulisan ini digunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang dibutuhkan dalam kegiatan ini adalah data kuantitatif dan kualitatif yang bersifat sekunder. Teknik pengambilan contoh dengan responden manajemen Bulog, dilakukan secara purposive sampling (sengaja). Kemudian dilakukan analisis eksternal dan internal, matrik EFE (Ex ternalFactor Evaluation), Matrik IE (Internal-Eksternal) untuk memetakan posisi kegiatan pengadaan dan matrik The Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam meningkatkan kualitas kegiatan pengadaan gabah/beras lemah secara internal. Sementara itu, analisis EFE menunjukkan bahwa kualitas pengadaan gabah/beras mampu diatas rata-rata memanfaatkan peiuang yang ada dan meminimalkan pengaruh negatif potensial dari ancaman eksternal. Dari posisi internal dan eksternal menunjukkan posisi pengadaan gabah/beras merupakan paling baik dikelola dengan strategi tumbuh (grow) dan membangun (build). Berdasarkan matriks perencanaan strategi kuantitatif (QSPM) diperoleh hasil bahwa strategi yang direkomendasikan untuk mendapatkan prioritas implementasi adalah strategi integrasi ke depan.
Copyrights © 2006