Daging sapi merupakan salah satu komoditi pangan pokok di Indonesia. Volatilitas harga daging sapi yang cenderung meningkat di tingkat konsumen tentunya mengkhawatirkan. Volatilitas harga yang meningkat dapat mempengaruhi industri pengolahan daging sapi, terutama usaha mikro kecil, menurunkan daya beli, menyumbang terhadap inflasi komoditi pangan lainnya, mengganggu stabilitas perekonomian dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji pergerakan harga yang terjadi di Indonesia dan implikasinya terhadap konsumen, terutama pelaku usaha mikro kecil. Penelitian ini menggunakan data harga harian daging sapi di tingkat konsumen tahun 2008-2016 yang diperoleh dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Volatilitas harga diukur dengan menggunakan model GARCH dan EGARCH. Hasil estimasi dari model GARCH (2,3) menunjukkan bahwa harga daging sapi memiliki volatilitas dengan persistensi tinggi dalam jangka panjang. Hasil estimasi EGARCH (2,3) menunjukkan bahwa volatilitas harga daging sapi cenderung merespon secara asimetri terhadap informasi yang meningkatkan harga daging sapi atau isu negatif. Harga daging sapi yang cenderung volatil setiap harinya menunjukkan perlunya kebijakan jangka pendek pemerintah yang dapat mengatasi berkurangnya ketersediaan daging sapi. Salah satu kebijakan jangka pendek yang dapat memenuhi ketersediaan daging sapi adalah kebijakan impor daging sapi dengan tetap memperhatikan kontinuitas ketersediaan daging sapi harian dan kebutuhan industri mikro kecil pengolahan daging sapi.
Copyrights © 2018