Indonesia merupakan salah satu negara yang memproduksi kopi dengan urutan keempat terbesar di dunia. Dari keseluruhan total produksi, 33% untuk memenuhi konsumsi domestik, sedangkan sisanya diekspor ke luar negeri. Industri kopi Indonesia selama dekade terakhir ini meningkat, yang dapat dicermati dengan meningkatnya produksi kopi dengan berbagai diversifikasi produk yang dihasilkan oleh industri pengolahan kopi serta semakin meningkatnya pertumbuhan kedai kopi di kota-kota besar. Pada penelitian ini dilakukan peramalan terhadap produksi kopi menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST). JST merupakan metode yang dapat menyelesaikan hubungan non-linier antara produksi dengan faktor-faktor ekonomi yang bervariasi, serta dapat melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. JST dengan metode propagasi balik (Backpropagation) memiliki kemampuan untuk meramal/memprediksi dengan baik. Jaringan Syaraf Tiruan dapat melakukan proses peramalan dengan lebih efisien dengan menggunakan aplikasi Matlab karena hasil dari peramalan produksi tanaman kopi sangat berpengaruh dengan pola-pola arsitektur yang dilatih. Sehingga menghasilkan pola arsitektur jaringan 5-4-1 dengan proses epoch= 417 dan pencapaian MSE pada saat pengujian dengan MSE= 0.001 dengan akurasi 99.9990002%. Selisih antara data aktual dengan data hasil peramalan Jaringan Syaraf Tiruan dinyatakan dalam persentase atau persen error.
Copyrights © 2022