Tulisan ini untuk menunjukkan bagaimana kelompok masyarakat (pokmas) perempuan Keagamaan keterkaitannya menggunakan modal sosial dapat memberi keuntungan ekonomi bagi penjual sayur keliling dalam bahasa setempat di Kota Malang dengan sebutan “Mlijoâ€. Modal sosial yang menampilkan hubungan sosial informal juga berkontribusi dalam proses bagaimana pokmas saling membantu khususnya bagi pokmas perempuan penjual sayur keliling dalam menambah modal usahanya.
Copyrights © 2009