Kontrasepsi adalah suatu usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha-usaha itu dapat bersifat sementara dapat juga bersifat permanen. Berbagai macam metode kontrasepsi di tawarkan salah satunya yaitu Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau IUD (intra uterine device). IUD (intra uterine device) merupakan alat kontrasepsi jangka panjang yang memiliki tingkat efektivitas tinggi sebanyak 99% yang dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduktif, dengan tujuan kontrasepsi atau usaha pencegahan kehamilan dengan pemakaian sekali pemasangan untuk jangka waktu yang lama hingga 8 tahun. Berbagai faktor yang dipertimbangkan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam menggunakan kontrasepsi IUD, yaitu status kesehatan, efek samping, konsekuensi kegagalan atau kehamilan yang tidak diinginkan, besar keluarga yang direncanakan, persetujuan pasangan, bahkan norma budaya lingkungan dan orang tua. Tujuan : Diketahuinya hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan persepsi ibu dalam pemilihan kontrasespsi IUD Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate tahun 2019. Metode :Penelitian ini menggunakan metode Analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini di ambil dengan menggunakan Teknik Non probability Sampling dengan jenis sampel purposive sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahua dengan persepsi ibu dalam pemilihan kontrasepsi IUD p-value = 0,000 dan Koefisien Kontigensi=0 ,501** Karena p-value <0,05 dan dukungan suami dengan persepsi ibu dalam pemilihan kontrasepsi IUD p-value = 0,000 dan Koefisien Kontigensi=0 ,548** Karena p-value <0,05. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan persepsi ibu dalam pemilihan kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate Tahun 2019.
Copyrights © 2020