AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
Volume 32, Nomor 2 September 2014

STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LELE (Clarias gariepinus, Burchell, 1822) DI KAWASAN MINAPOLITAN DESA WONOSARI KECAMATAN BONANG KABUPATEN DEMAK

Amelia Indriastuti Azis Nur Bambang, Bambang Suryanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Apr 2014

Abstract

ABSTRAK            Amelia Indriastuti. 23010311400002, Strategi Pengembangan Budidaya Lele (Clarias Gariepinus, Burchell, 1822) di Kawasan Minapolitan Desa Wonosari Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (Pembimbing: Aziz Nur Bambang dan Bambang Suryanto). Salah satu kebijakan dalam perkembangan budidaya perikanan adalah pengembangan kawasan untuk komoditas unggulan. Pengembangan komoditas unggulan ditetapkan untuk lebih memacu kegiatan budidaya dimana komoditas unggulan ini memiliki kriteria antara lain, bernilai ekonomis tinggi, teknologi budidaya yang dapat diterapkan telah tersedia, permintaan luar negeri dan lokal tinggi, dan dapat dibudidayakan dan dikembangkan secara massal. Berbagai komoditas unggulan perikanan budidaya yang ada di Provinsi Jawa Tengah, penelitian ini ditekankan pada komoditas perikanan budidaya lele. Pengembangan kawasan minapolitan ikan lele saat ini difokuskan di Kabupaten Boyolali, Demak, Kendal, dan Semarang namun penelitian ini dibatasi pada Kabupaten Demak. Data pengamatan yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan benih. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap lele semakin meningkat. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini diarahkan untuk meneliti tentang “Strategi Pengembangan Budidaya Lele di Kawasan Minapolitan Kabupaten Demak”.Untuk merumuskan strategi pengembangan budidaya lele di kawasan minapolitan, dilakukan beberapa pengamatan terhadap aspek usaha, pola pembiayaan, aspek pasar, aspek pemasaran, aspek teknis produksi, dan jumlah penjualan. Data-data tersebut diperoleh melalui wawancara kepada 100 orang pembudidaya lele. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Uji Regresi Berganda dan Analisis SWOT.Hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa aspek usaha, pola pembiayaan, aspek pasar, aspek pemasaran, dan aspek teknis secara statistik terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap penjualan hasil budidaya lele. Sedangkan dari hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa budidaya lele berada di kuadran I yang berarti bahwa budidaya lele berada pada situasi yang menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang untuk menerapkan strategi kebijakan pertumbuhan agresif. Kata Kunci:       aspek usaha, pola pembiayaan, aspek pasar, aspek pemasaran, aspek teknis produksi, jumlah penjualan, budidaya lele

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

am

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. ...