Suyudono, Karyadi, Sri Suratiningsih e-mail: karyadimsi@yahoo.co.id; ningsalim@ymail.comABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui: 1) Perbedaan pendapatan bersih antara petani kacang tanah pengguna pupuk organik dan pupuk anorganik di Desa Tajungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati; 2) Pengaruh faktorfaktor produksi terhadap pendapatan usahatanikacang tanah pengguna pupuk organik dan pupuk anorganik; 3) Membandingkan kelayakan usahatani kacang tanah pengguna pupuk organik dan pupuk anorganik. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif yang dilakukan pada bulan Nopember 2011. Pengambilan sampel denganstratified random sampling berdasarkan luas lahan garapan petani. Pengujian sesuai dengan tujuan penelitan yaitu dengan menggunakan uji t, BEP BEP RCR, dan ROI serta analisis (Q), (Rp)regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Terdapat perbedaan pendapatan yang sangat signifikan (P 0,01) antara usahatani kacang tanah pengguna pupuk organik dan pupuk anorganik dengan t = 4,831 ( t = 1.68107); 2) Secara simultan, faktor produksi pupuk, benih hitung tabel dan tenaga kerja berpengaruh sangat signifikan (P 0,01) terhadap pendapatan usahatani kacang tanah pengguna pupuk organik dan pupuk anorganik, dengan masingmasing persamaan regresi: Y= 372094,446+17,549X **0,139X *+0,933X dan Y= 265393,742 5,128X * + 1 2 3 11,274X **+1,170X ** 3) Analisis kelayakan usahatani kacang tanah pengguna pupuk organik 2 3 ;dengan BEP = 2.013,65 kg (riil = 2.782,73 kg/ha), BEP = Rp. 1.817,45/kg (riil = Rp. (Q) (Rp) 2.520,00/kg), RCR sebesar 1,40 (1) , dan ROI = 39,66%, Analisis kelayakan usahatani kacang tanah pengguna pupuk anorganik dengan nilai BEP =1.776,14 kg (riil = 2.263,82 kg/ha) BEP = (Q) (Rp) Rp. 1.974,75 (riil = Rp. 2.502,00), RCR sebesar 1,28 (1), dan ROI = 27,51%. Kesimpulan : Usahatani kacang tanah pengguna pupuk organik lebih layak diusahakan daripada pengguna pupuk anorganik.Kata Kunci: kacang tanah, pupuk organik, pupuk anorganik.
Copyrights © 2011