ABSTRAKRonggeng Amen, merupakan hasil bentukan baru dari kesenian Ronggeng Gunung. Struktur penyajiannya terdiri atas: (1) ibing lulugu; (2) ibing baksa; (3) ibing gaul; dan (4) ibing waled. Keempat ibingan ini memiliki daya tarik sendiri, terutama pada ibing lulugu. Salah satu daya tariknya yang paling menonjol terletak pada ragam geraknya dan bentuk penyajiannya yang dilakukan secara rampak oleh para ronggeng. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan bagaimana struktur koreografi dan sumber gerak tarinya. Untuk mengeksplanasi kedua hal tersebut, maka dalam penelitian kualitatif ini digunakan pendekatan metode deskriptif analisis. Penelitian ini menghasilkan simpulan, yaitu Ibing Lulugu menggunakan struktur koreografi yang sederhana, beberapa ragam gerak dilakukan berulang-ulang, menggunakan pola gerak Ronggeng Gunung (pola melingkar) dengan penambahan pola sejajar. Adapun sumber gerak dalam Ibing Lulugu, selain gerak lokal (Ronggeng Gunung) adalah bersumber dari tari Keurseus dan tari Rakyat.Kata Kunci: Ronggeng Gunung, Ronggeng Amen, Ibing Lulugu, Struktur Koreografi. ABSTRACTIbing Lulugu In The Art Of Ronggeng Amen Grup Baranang Siang, Pangandaran District, June 2017. Ronggeng Amen is the result of a new formation of Ronggeng Gunung art. Its presentation structure consists of: (1) ibing lulugu; (2) ibing baksa; (3) ibing gaul; and (4) ibing waled. These four moms have their own charms, especially in Ibing Lulugu. One of its most prominent attractions lies in its range of the choreography and the source of its dance movement. To explore both of these things, then in this study used qualitative reseach methods using descriptive analysis approach. This study yielded a conclusion, Ibing Lulugu using simple choreographic structure, some motion is done repeatedly, using Ronggeng Gunung (circular pattern) motion pattern with the addition of parallel pattern. The source of motion in Ibing Lulugu, in addition to local motion (Ronggeng Gunung) is sourced from Keurseus dance , and folk dance.Keyword: Ronggeng Gunung, Ronggeng Amen, Ibing Lulugu, Choreography Structure.
Copyrights © 2017