Usaha kecil menengah (UKM) yang salah satunya adalah UD. RCR yang merupakan salah satu industri mikro yang memproduksi tepung crispy yang pengerjaannya banyak menggunakan mesin sehingga produk rentan terjadinya cacat (defect). Untuk mengurangi jumlah kecacatan produk yang dihasilkan dan meningkatkan kualitas produk, bisa digunakan analisa dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis) dengan mengidentifikasi sumber dan akar penyebab kualitas dari produk tersebut dengan analisa 3 kegagalan, yakni : berat tidak sesuai, kemasan bocor, dan kode produksi pada kemasan rusak. Dari jenis kegagalan diperoleh Risk Priority Number (RPN). Setelah dilakukan survey dan pengelolahan data, terdapat nilai RPN tertinggi dengan nilai RPN 245, nilai RPN 180, dan nilai RPN 100. Dari nilai RPN tersebut perlu dilakukan rekomendasi perbaikan antara lain : Melakukan pengecekan secara teratur sebelum produksi, Periksa suhu pada mesin sealer sebelum melakukan proses packing, dan melakukan pengecekan pada mesin print kode produksi. Sehingga kualitas produk bisa tetap terjaga dan aman saat berada di tangan customer.
Copyrights © 2022