Minyak jelantah merupakan minyak hasil penggorengan yang merupakan bahan tidak terpakai lagi. Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga. Adanya pengolahan terhadap minyak jelantah menjadi biodisel diharapkan dapat mengurangi limbah rumah tangga dan menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan. Langkah awal untuk mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel adalah dengan proses esterifikasi dengan mengukur nilai asam lemak bebas atau Free Fatty Acid (FFA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu optimum yang digunakan saat proses esterifikasi dan membandingkan volume penggunaan katalis Asam Sulfat (H2SO4) menggunakan metode Anova. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah waktu pengendapan yaitu 12 jam sampai dengan 25 jam dan volume katalis yang dibandingkan adalah 6 ml dan 8 ml untuk setiap 200 ml minyak jelantah. Berdasarkan hasil Analisa diperoleh bahwa kondisi optimum yang dapat digunakan pada proses pengendapan yaitu pada waktu 25 jam dengan pemakaian katalis sebanyak 8 ml. Kesimpulan dari Analisa anova adalah nilai F hitung (4,800) > F tabel (2,424), maka dapat diartikan bahwa nilai FFA dari variasi katalis 6 ml dan 8 ml memiliki perbedaan yang signifikan dengan taraf signifikansi 5%.
Copyrights © 2022