Desa Beratan salah satu desa di kabupaten Buleleng yang menjadi pusat kerajinan logam (emas, perak, dan kuningan). Kerajinan logam desa Beratan pernah mengalami masa keemasan dan sejak bom Bali I dan bom Bali II, meledak, kerajinan ini mengalami kemerosotan seiring dengan lesunya industri pariwisata di Bali. Sebagian besar pengerajin beralih ke pekerjaan lain, dan saat ini ada tiga orang pengerajin yang masih setia menggeluti kerajinan. Ketiganya menghadapi masalah yang sama, yaitu bidang produksi, manajemen, dan pemasaran. Peralatan yang dimiliki pengerajin masih tradisional dan sudah tua. Pengerajin tidak memiliki pembukuan dan dokumentasi produk yang telah dibuat. Pemasaran produk sangat terbatas.Solusi yang dapat dilakukan dalam menjawab permasalahan tersebut, yaitu: (1) memodifikasi alat peleburan/pencairan emas dan perak yang digerakkan dengan tenaga listrik; (2) pengadaan alat-alat pendukung proses produksi, antara lain: bor listrik yang dapat membantu percepatan dalam proses produksi; (3) pelatihan penganekaragaman desain produk kerajinan sesuai perkembangan pasar; (4) pelatihan manajemen usaha berbasis komputer, dan perancangan dan pembuatan website atau ecommerce. Peralatan elektik sangat membantu pengerajin dalam menhemat tenaga, waktu, dan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Pelatihan desain menambah wawasan pengerajin dalam menghadapi tren pasar.
Copyrights © 2012