Berdasarkan hasil observasi di Desa Sukasari didapatkan 46 pasien berusia 13 sampai 21 tahun mengalami nyeri haid ketika menstruasi. Pengobatan yang dilakukan untuk menurunkan nyeri haid dengan memanfaatkan obat warung (farmakologi). Namun pengobatan tersebut memilki efek samping seperti rusaknya saluran cerna, ginjal, dan hati, sehingga peneliti memperkenalkan pengobatan nonfarmakologi diantaranya kunyit asam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kunyit asam untuk mengatasi nyeri haid pada usia remaja Di Desa Sukasari. Metode Penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 46 pasien dengan instrument lembar observasi, metode kuantitatif dan desain pretest-intervensi-posttest (Notoatmodjo,2018). Kemudian dilakukan uji normalitas menggunakan shapiro wilk dan uji statisticwilcoxon signed rank test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa skala nyeri setelah dilakukan intervensi minuman kunyit asam mengalami penurunan dari 3,41 menjadi 1,86, dengan hasil uji wilcoxon signed rank test adalah adanya pengaruh signifikan antara skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pemberian minuman kunyit asam pada usia remaja di Desa Sukasari. Kesimpulan pemberian intervensi kunyit asam dapat menjadi alternatif dalam penurunan skala nyeri haid pada usia remaja. Intervensi minuman kunyit asam di Desa Sukasari dapat mempengaruhi penurunan nyeri pada haid pada remaja sehingga kader desa dapat mensosialisasikannya kepada remaja dan orang tua, serta penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan ide kreatif dalam membudidayakan tanaman kunyit sebagai tanaman obat keluarga dipekarangan rumah
Copyrights © 2022