BUMDes secara politik ditentukan oleh sejarah pembentukan BUMDes itu sendiri. Berangkat dari data yang dikumpulkan di lima Kabupaten/Kota Sutoro Eko melihat tren BUMDes yang mampu untuk survive dan menjadi BUMDes yang memiliki kisah sukses adalah BUMDes yang dibentuk dan dilahirkan atas prakarsa mandiri dari warga desa. Dalam artian BUMDes yang sejak awal digagas dan dipelopori oleh warga desa memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi daripada BUMDes yang diprakarsai oleh supra politik desa, baik oleh pemerintah Kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.Penelitian ini berusaha memecahkan masalah dengan menggambarkan problematika yang terjadi. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa penulis ingin memahami, mengkaji secara mendalam serta memaparkannya dalam tulisan ini mengenai Revitalisasi BUMDes di tiap-tiap Desa di Kabupaten Jember serta masalah-masalah yang ditemukan serta jalan keluarnya dalam rangka tercipta optimalisasi pengelolaan BUMDes yang baik yang berdaya guna dan berhasil guna untuk upaya meningkatkan kemandirian dan penanggulangan kerentanan kemiskinan masyarakat Desa di Kabupaten Jember.Hasil penelitian Pertama adanya ketidak sefahaman antara konsep yang diserap oleh Desa pelaku BUMDes. Kedua kurang maksimalnya Pelaku Sosialisasi dari pemerintah provinsi dan Kabupaten.. Keselarasan 50% diatas telah menjawab bagaimana sesungguhnya signifikasi BUMDes terhadap kemandirian Masyarakat Desa.
Copyrights © 2016