Misi Allah kepada dunia adalah tema sentral yang mengikat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Inilah hal yang terus dilakukan Allah dalam sejarah manusia, termasuk pada masa intertestamental. Titik penghubung di antara kedua perjanjian itu adalah janji Tuhan kepada Abraham untuk memasukkan semua suku dan bangsa di bumi masuk ke dalam anugerah berkat-Nya.Alkitab sesungguhnya dimulai dengan tema misi di Kitab Kejadian dan terus bergerak tanpa henti sepanjang keseluruhan Perjanjian Lama dan berlanjut ke dalam Perjanjian Baru. Jika kita hendak mengenali teks Amanat Agung di Perjanjian Lama, maka pasti yang dimaksud adalah Kejadian 12:3 – “olehmu (Abraham) semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Inilah sebuah pernyataan paling awal dari fakta bahwa merupakan tujuan dan rencana Allah untuk melihat berita tentang anugerah dan berkat-Nya sampai kepada setiap orang di atas planet bumi. Kalau kita melihat lebih dalam lagi, sesungguhnya berita itu tidak dimulai di sana. Dasar dari berita itu berasal dari Kejadian 3:15, tetapi di Kejadian 12:3 terdapat deklarasi dan pengumumannya dalam bentuk yang paling ringkas. Apa yang dinyatakan sejak zaman Abraham berlanjut pada masa intertestamental. Dengan demikian masa intertestamental menjadi masa persiapan (time of preparation)untuk kedatangan Tuhan Yesus dan misi Paulus serta misi yang dilakukan oleh gereja mula-mula.
Copyrights © 2021