Cerita rakyat merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada terhadap anak. Salah satunya adalah cerita rakyat Sidang Belawan dari Lampung. Sayangnya cerita ini sudah jarang didengar karena kurangnya media literatur. Cerita ini mengajarkan untuk tidak berbohong, bertanggung jawab, religious, tidak mudah menyerah dan berani. Anak usia golden age yaitu 0 hingga 8 tahun merupakan waktu terbaik untuk menanamkan nilai yang baik karena mudah menyerap apa yang dibacanya. Namun sayangnya perubahan jaman menurunkan minat baca anak sehingga anak lebih menyukai video dan permainan gawai dari pada membaca buku. Padahal cerita rakyat adalah salah satu media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pelajaran dan pesan moral kepada anak. Buku pop-up sendiri merupakan media buku interaktif yang membuat anak bisa belajar sambil bermain. Anak akan lebih tertarik membaca untuk mengetahui cerita dibalik mekanisme kertas. Sehingga diharapkan cerita lebih mudah dimengerti dan menarik minat baca anak. Metode yang digunakan sendiri adalah Mix Method berupa kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Dengan begitu penelitian diharapkan dapat membantu memperkenalkan kembali cerita rakyat Sidang Belawan dari Lampung agar tetap lestari sekaligus menanamkan nilai budi yang luhur dan minat membaca kepada anak.
Copyrights © 2022