Pada sistem komunikasi gelombang mikro line of sight (LOS), pada frekuensi di atas 10 GHz sangat rentan terhadap redaman terutama redaman hujan khususnya di negara-negara tropis seperti indonesia dengan curah hujan yang cukup tinggi, karena bisa menurunkan performansi dari sistem komunikasi ini. Terkait dengan hal di atas, parameter penting di dalam melakukan desain sistem komunikasi point to point ini adalah redaman hujan, yang harus ditentukan besarannya sebagai dasar pertimbangan untuk mendapatkan kestabilan sistem komunikasi pada umumnya. Penelitian ini adalah melakukan pengukuran intensitas curah hujan secara langsung, dan untuk selanjutnya akan ditentukan nilai prediksi redaman hujan dengan metode Synthetic Storm Technique (SST), yang diperoleh melalui penentuan rain rate berdasarkan curah hujan hasil pengukuran raingauge dengan parameter k dan α didasarkan pada rekomendasi ITU-R P.838-3 2005 dengan faktor koreksi A dan juga perhitungan prediksi redaman hujan SST dengan k dan α dari proses regresi line r. Hasil nilai prediksi redaman SST dari kedua metode tersebut di atas dibandingkan dengan hasil pengukuran redaman hujan secara langsung pada link komunikasi 15 GHz. Sebagai langkah terakhir dari pelaksanaan penelitian ini adalah pemilihan metode penentuan redaman SST yang memiliki jumlah kuadrat kesalahan (sum of square error) terkecil.
Copyrights © 2018