Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016

PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI KELURAHAN TERUSAN KECAMATAN MEMPAWAH HILIR KABUPATEN MEMPAWAH

Zenia Oktaviani (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2016

Abstract

ABSTRAK Hutan mangrove mempunyai peran penting dalam melindungi kawasan pesisir pantai. Pemanfaatan mangrove oleh masyarakat pesisir pantai dapat berakibat berkurangnya fungsi lindung mangrove terhadap daerah pantai. Salah satu dampak yang timbul dari berkurangnya fungsi lindung kawasan pesisir pantai adalah terjadinya perubahan garis pantai. Perubahan garis pantai dapat terjadi melalui proses abrasi maupun proses akresi. Perubahan garis pantai yang terjadi pada tahun 1995 akibat berkurangnya fungsi mangrove pada Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah khususnya pada Dusun Benteng menyebabkan masyarakat merasakan dampak yang ditimbulkan akibat adanya perubahan garis pantai akibat proses abrasi.  Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai sebagai akibat hilangnya kawasan hutan mangrove dengan menggunakan time series Citra Satelit Landsat dari tahun 2009 – 2015. Metode penelitian yaitu pengolahan data overlay dengan menggunakan sistem informasi geografis dengan perangkat lunak ArcMap 10.1 dan informasi tentang perubahan garis pantai akibat kerusakan kawasan mangrove diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan pendekatan purposive sampling dan snowball sampling. Hasil analisis peta time series dari Citra Landsat dari tahun 2009 - 2015 telah mengalami penambahan daratan sepanjang 127,9 meter dan laju penambahan pertahunnya adalah 18,27 meter/tahun. Hasil dari tumpang susun (overlay) setiap tahunnya menunjukkan adanya penambahan dan pengurangan daratan, maka didapatkanlah rata-rata abrasi pertahun sebesar 6,74 ha/tahun dan rata-rata akresi pertahun sebesar 42,04 ha/tahun. Untuk meningkatkan upaya perlindungan daerah pesisir pantai selain melakukan upaya penanaman mangrove yang berfungsi sebagai penahan dan pemecah gelombang juga dapat dilakukan pembuatan bangunan sipil pemecah gelombang seperti membangun blok-blok beton, tumpukan batu dan sebagainya pada pesisir Kelurahan Terusan yang rentan akan abrasi. Kata Kunci : Perubahan garis pantai, daerah pesisir, kerusakan hutan mangrove, sistem informasi geografis.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jmtluntan

Publisher

Subject

Energy Engineering Environmental Science Immunology & microbiology Public Health

Description

Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full ...