Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017

PEMANFAATAN AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN PENYERAP LOGAM TEMBAGA (Cu) PADA LIMBAH CAIR LABORATORIUM TEKNIK LINGKUNGAN

Amanda Rialita (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2017

Abstract

ABSTRAK Laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura merupakan satu diantara laboratorium yang belum memiliki pengolahan. Hasil pengujian limbah cair laboratorium kandungan tembaga (Cu), COD dan pH masih melebihi standar baku mutu  berdasarkan PERMEN LH No.5 Tahun 2014 tentang baku mutu air limbah, yaitu tembaga (Cu) 19,085 mg/L, pH 1,15. Berdasarkan permasalahan tersebut dibutuhkan pengolahan untuk mereduksi zat pencemaran yang ditimbulkan. Satu diantara teknologi yang digunakan yaitu adsorpsi menggunakan ampas tahu. Adsorpsi dengan pemanfaatan ampas tahu karena tahu mengandung protein. Kandungan protein yang terdapat pada ampas tahu dalam 100 gram adalah 17,4 gram (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2014). Protein tersebut memiliki daya serapan dari asam-asam amino yang membentuk ion bermuatan dua (zwitter ion). Logam yang bersifat toksik dapat diikat dengan protein sebagai metalotionein. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi penggunaan ampas tahu sebagai penyerap logam tembaga (Cu), COD dan Ph serta mengetahui pengaruh waktu kontak dari ampas tahu terhadap penyerap logam tembaga (Cu), COD dan pH. Pengolahan limbah cair laboratorium dilakukan dengan cara aktivasi fisika terhadap ampas tahu agar bisa digunakan sebagai adsorben. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan melakukan penelitian skala laboratorium. Ampas tahu yang digunakan sebanyak 1 gram dengan limbah 100 ml lalu dikontakkan dengan alat shaker pada variasi waktu 30, 60, 90, 120 dan 150 menit. Dilakukan duplo agar didapatkan hasil yang akurat. Hasil penelitian dari pengolahan limbah cair Laboratorium Teknik Lingkungan adalah tembaga (Cu) dengan efisiensi penurunan sebesar 47,523% dari 19,085 mg/L menjadi 10,013 mg/L pada waktu kontak 150 menit. Untuk parameter COD naik sebesar 5% dari 360 mg/L menjadi 379 mg/L dan pH turun sebesar 18% dari 1,15 menjadi 0,94. Nilai tersebut masih belum memenuhi standar baku mutu berdasarkan PERMEN LH No. 5 Tahun 2014.   Kata kunci : adsorpsi, ampas tahu, limbah laboratorium, tembaga (Cu)

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jmtluntan

Publisher

Subject

Energy Engineering Environmental Science Immunology & microbiology Public Health

Description

Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full ...