ABSTRAKKondisi sekolah yang berada di tepi jalan mengakibatkan kemungkinan adanya kontaminasi udara dengan polutan yang berasal dari kendaraan bermotor. Apabila polusi udara terjadi di lingkungan sekolah, maka hal ini akan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap penyakit pernafasan pada anak. Salah satu pencemar udara adalah Total Suspended Particulate (TSP). Cara yang dapat dilakukan agar kualitas lingkungan udara menjadi lebih baik adalah dengan adanya vegetasi di lingkungan sekolah karena vegetasi dapat menjerap TSP yang ada di udara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas vegetasi yang ada di lingkungan SD Negeri 24 Pontianak Utara yaitu tanaman pucuk merah dan ketapang dalam menjerap TSP. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur konsentrasi TSP dengan menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS) serta dilakukan perhitungan volume kendaraan dan volume kerimbunan daun. Nilai konsentrasi tertinggi selama penelitian tergolong berada diatas baku mutu PP RI Nomor 41 Tahun 1999 yaitu sebesar 104,7644 µg/Nm3. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tanaman ketapang memiliki efektivitas yang lebih besar dibandingkan dengan efektivitas pada tanaman pucuk merah. Efektivitas terbesar terjadi pada siang hari dimana tanaman ketapang memiliki efektivitas sebesar 53,37%, sedangkan tanaman pucuk merah hanya sebesar 22,41%. Tanaman ketapang memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjerap TSP disebabkan karena volume kerimbunan daun yang dimiliki tanaman ketapang lebih besar yaitu 155,83 m3 dibandingkan dengan tanaman pucuk merah hanya 2,56 m3. Selain itu tanaman ketapang memiliki bentuk daun yang lebih lebar serta memiliki batang yang lebih besar bila dibandingkan dengan tanaman pucuk merah.Kata Kunci : Pucuk Merah, Ketapang, Total Suspended Particulate (TSP), SD Negeri 24 Pontianak Utara
Copyrights © 2018