ABSTRAK Penyakit DBD di Kalbar menduduki posisi terbanyak kedua di Indonesia setelah Bali pada tahun 2014. Terkait dengan penyakit DBD di Kalbar, Kecamatan Pontianak Kota merupakan salah satu kecamatan di Kota Pontianak yang memiliki jumlah penderita DBD terbanyak tahun 2009-2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran kasus DBD di wilayah Kecamatan Pontianak Kota tahun 2012-2015 dengan menggunakan metode analisis spasial.Penelitian ini menggunakan tabel observasi, GPS dan softwareArcGIS10,2, kemudian dianalisis dengan memakai metode analisis spasialNearest Neighbor Index (NNI). HasilNearest Neighbour Index (NNI) menunjukkan bahwa nilai NNI berbeda setiap tahun. NNI tahun 2012 adalah 0,84 dengan pola sebaran berkelompok (clustered). NNI tahun 2013 adalah 0,78 dengan pola sebaran berkelompok (clustered). NNI tahun 2014 adalah 0,85 dengan pola sebaran berkelompok (clustered). Pola sebaran yang berkelompok memiliki arti setiap titik berdekatan satu sama lain dengan jarak tertentu. Dan NNI tahun 2015 adalah 1,05 dengan pola sebaran menyebar (dispersed). Pola sebaran yang menyebar memiliki arti setiap titik berjauhan satu sama lain dengan jarak tidak tertentu.Rekomendasi yang dapat diberikan adalah memberikan perhatian khusus kepada RT/RW yang sering terdapat kasus DBD berupa pemberdayaan masyarakat (edukasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan) atau melakukan pengendalian sarang nyamuk dan dapat menerapkan hasil pemetaan kasus DBD dalam bentuk analisis spasial berdasarkan wilayah kerja puskesmas di Kecamatan Pontianak Kota sehingga dapat memfokuskan program kerja dalam mengendalikan DBD sedangkan saran yang dapat diberikan adalah untuk penelitian berikutnya dapat digunakan variabel yang lebih lengkap selain jumlah kasus seperti faktor iklim dan lingkungan masyarakat. Kata Kunci: DBD, ArcGIS10,2, Analisis Spasial, Nearest Neighbour Index (NNI)
Copyrights © 2017