Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017

STUDI PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI KUALA DUA UNTUK KEPERLUAN BAHAN BAKU AIR BERSIH

Donatus Franky Sisuanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Jun 2017

Abstract

ABSTRAK   Sungai Kuala Dua merupakan bagian dari sub DAS Kapuas yang aliran airnya bermuara pada Sungai Kapuas Kecil dan letak hulu Sungai Kuala Dua yang berada dan berhubungan langsung dengan Sungai Kapuas Besar. Keberadaan pemukiman penduduk yang padat di wilayah aliran Sungai Kuala Dua sangat mempengaruhi kualitas air, seperti aktifitas buangan domestik yang berasal dari rumah tangga. Keberadaan salon, bengkel, rumah makan, dan Pasar Kuala Dua yang belum memiliki IPAL di bantaran Sungai Kuala Dua juga semakin menambah sumber beban pencemar yang masuk ke Sungai Kuala Dua. Hal tersebut menjadi dasar peneltian ini, yaitu untuk menentukan status mutu air Sungai Kuala Dua yang digunakan sebagai keperluan bahan baku air bersih oleh warga sekitar dan memberikan rekomendasi untuk Sungai Kuala Dua yang dilihat dari status mutu air Sungai Kuala Dua. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kualitas air dengan melakukan uji terhadap parameter-parameter pencemaran air yang dibandingkan dengan baku mutu air kelas II PP No. 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air yang meliputi parameter fisik (suhu dan TSS); parameter kimia (pH, BOD, dan Minyak dan Lemak); dan parameter mikrobiologi (Total Koliform). Penentuan status mutu air dengan menggunakan metode indeks pencemaran yang dibandingkan dengan baku mutu air kelas II PP No. 82/2001, dimana metode ini terlampir dalam Kepmen LH No. 115/2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Penentuan lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi 4 lokasi yaitu hulu Sungai Kuala Dua, pemukiman, pasar, dan hilir Sungai Kuala Dua saat kondisi pasang dan surut pada bulan Januari 2017. Kondisi Kualitas air Sungai Kuala Dua berdasarkan uji parameter pencemaran air menunjukkan parameter pH, BOD, dan Total Koliform yang melebihi baku mutu kelas II di semua lokasi pengambilan sampel pada saat kondisi pasang dan surut. Analisis Indeks Pencemaran Sungai Kuala Dua menunjukkan saat kondisi pasang nilai Indeks Pencemaran 4,09 (hulu sungai), 4,22 (pemukiman), 4,25 (pasar), 1,97 (hilir sungai). Saat kondisi surut nilai Indeks Pencemaran 4,22 (hulu sungai), 4,52 (pemukiman), 4,44 (pasar), 3,62 (hilir sungai). Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan status mutu air Sungai Kuala Dua dalam kondisi cemar ringan pada semua lokasi pengambilan sampel saat kondisi pasang dan surut, yang ditunjukkan dengan nilai Indeks Pencemaran 1,1 – 5,0 merupakan mutu perairan yang memiliki status kondisi cemar ringan (Kepmen LH No. 115 tahun 2003). Rekomendasi yang diberikan untuk pengendalian pencemaran air Sungai Kuala Dua adalah melakukan inventarisasi dan identifikasi sumber pencemaran air, meningkatkan pengelolaan limbah, dan meningkatkan pemantauan kualitas air Sungai Kuala Dua.   Kata kunci: Sungai Kuala Dua, Status Mutu Air, Indeks Pencemaran

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jmtluntan

Publisher

Subject

Energy Engineering Environmental Science Immunology & microbiology Public Health

Description

Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full ...