Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Vol 6, No 1 (2018): Januari 2018

PEMBUATAN PUPUK KOMPOS SLUDGE IPAL RUMAH POTONG HEWAN (RPH) NIPAH KUNING DENGAN PENAMBAHAN RUMEN SAPI

Yunita Arifin Yulisa Fitrianingsih (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jul 2018

Abstract

ABSTRAKRumah Potong Hewan (RPH) di Kota Pontianak memegang peranan penting dalam pengelolaan dan penyediaan daging untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Proses penyembelihan hewan dilakukan di RPH sehingga limbah yang dihasilkan terkonsentrasi di RPH.  Ada 2 jenis limbah yang dihasilkan oleh RPH yaitu limbah cair dan padat. Limbah padat yang dihasilkan berasal dari proses pengolahan limbah cair dan pemotongan hewan. Penelitian ini memanfaatkan limbah padat dari RPH yaitu sludge dan rumen sapi untuk dijadikan sebagai kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan kompos sludge-rumen secara fisik dan kimia agar dapat menambah nilai jual kompos. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil kompos dengan dan tanpa penambahan starter menggunakan uji Mann-Whitney. Pengomposan dilakukan selama 6 minggu dengan total 8 perlakuan dan dilakukan secara duplo. Ciri fisik dari hasil pengomposan telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004 yaitu berwarna kehitaman, tidak berbau dan tekstur menyerupai tanah. Temperatur sampel juga sudah mendekati temperatur tanah yaitu sekitar 290C. Kualitas kematangan kompos secara kimia yaitu kandungan N, P dan K juga telah melampaui batas minimum standar SNI 19-7030-2004. Kandungan tertinggi parameter N yaitu pada perlakuan P2 (60% sludge dan 40% rumen) dengan nilai 1,995%. Hal ini dikarenakan N yang tidak stabil karena berbentuk gas amonia. Kualitas kematangan tertinggi untuk parameter P dan K yaitu perlakuan P8 (80% sludge dan 20% rumen) dengan nilai P=1,975% dan K=3,755%.Hanya parameter C/N pada perlakuan P8 yang memenuhi rentang standar yaitu 10,15 sedangkan perlakuan lain masih di bawah batas minimum. Baku mutu pH pada kompos yaitu 6,8 – 7,49 sedangkan pH pada perlakuan P1 (50% sludge dan 50% rumen) masih belum memenuhi SNI yaitu 8,5. Hal ini dikarenakan masih terjadi perombakan didalam kompos sehingga memerlukan waktu lebih lama dibandingkan perlakuan lain. Hasil uji Mann-Whitney pada parameter kimia menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter C/N rasio sedangkan N, P dan K tidak menunjukkan perbedaan. Hasil pengujian statistik ini didukung dengan hasil laboratorium dari kompos dengan dan tanpa penambahan starter yang tidak jauh berbeda sehingga parameter N, P dan K tidak terlihat perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: Kompos, rumah potong hewan, rumen, sludge, starter

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

jmtluntan

Publisher

Subject

Energy Engineering Environmental Science Immunology & microbiology Public Health

Description

Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full ...